Bos Semen Indonesia Borong 268 Ribu Saham SMGR

By | June 1, 2024

Jakarta – Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) Donny Arsal memborong sebanyak 268.000 lembar saham dalam empat kali transaksi pada tanggal 28 Juni 2024.

Rinciannya, Donny membeli saham membeli 50.000 lembar saat harga saham Rp 3.720, lalu sebanyak 68.000 saat harga Rp 3.730 per saham, kemudian sebanyak 100.000 lembar saat Rp 3.740 per saham, dan 50.000 lembar saat Rp 3.760 per saham. Dengan asumsi harga tersebut, Donny merogoh kantong sedalam Rp 1 miliar untuk seluruh transaksi tersebut.

Adapun tujuan pembelian saham dilakukan untuk berinvestasi dengan kepemilikan saham secara langsung.

Usai pembelian saham tersebut kepemilikan Donny pada saham SMGR menjadi 956.800 dari sebelumnya 688.800.

Sebagai informasi, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 471,8 miliar pada kuartal I tahun 2024. Laba tersebut turun sebesar 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang sebesar Rp 561,6 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan laba tersebut karena pendapatan hingga kuartal I tahun senilai Rp 8,3 triliun, turun 7,23% secara tahunan (yoy). Pada periode yang sama, beban pokok pendapatan turun 4,92% yoy menjadi Rp 6,4 triliun.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, industri semen domestik mengalami tantangan hingga kuartal I tahun 2024 terutama segmen semen kantong (ritel) yang berkontibusi sekitar 70% dari total pendapatan SIG. Hal tersebut berdampak pada penurunan volume penjualan dan pendapatan SIG.

Namun, perseroan meningkatkan volume penjualan pada segmen curah (business to business) dan ekspor. Selain itu perseroan juga melakukan efisiensi biaya, dan berfokus pada pengelolaan arus kas sehingga kondisi likuiditas dan solvabilitas dapat terjaga.

“Upaya-upaya tersebut mendukung kemampuan SIG untuk dapat meminimalkan dampak kontraksi permintaan semen, sehingga SIG dapat mempertahankan margin EBITDA sebesar 20,7% dan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 472 miliar pada kuartal I tahun 2024,” kata Vita dalam keterangan tertulis, Jumat (3/5/2024).

Adapun SMGR mencatat pendapatan semen dari pihak ketiga per Maret 2024 turun 6,19% yoy menjadi Rp 6,33 triliun. Pun pendapatan dari penjualan terak dan beton jadi siap pakai, masing-masing, merosot 12,67% yoy dan 3,8% yoy.

Ke depan, SMGR otimistis industri semen domestik masih memiliki prospek yang baik. Hal ini didorong oleh permintaan semen untuk pengembangan properti dan perumahan menyusul backlog pembangunan perumahan nasional yang mencapai 12,75 juta unit, dan masifnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang akan membantu utilisasi kapasitas industri semen domestik.

Saat ini, Semen Indonesia turut berkontribusi dengan memasok 3.000-4.000 ton bahan bangunan per hari untuk pembangunan IKN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *