JAKARTA – Saat ini, para Generasi Z sudah memasuki dunia kerja dan kuliah, yang dinilai banyak orang menjadi waktu yang tepat pula untuk membuka bisnis sendiri.
Beberapa kisah sukses terbesar berasal bahkan dari mereka yang putus kuliah di usia 20-an. Mark Zuckerberg misalnya, meluncurkan Facebook pada tahun 2004 dari kamar asramanya di Harvard University sebelum akhirnya putus kuliah. Kemudian, Bill Gates juga meninggalkan Harvard dan mendirikan Microsoft bersama Paul Allen pada tahun 1975.
Namun Jeff Bezos, pendiri Amazon, peritel daring terbesar di dunia, mengatakan Zuckerberg dan Gates adalah “pengecualian” dan tidak boleh menggeneralisasikan bahwa perusahaan teknologi besar didirikan oleh mereka yang putus kuliah dan bahwa gelar tidak lagi sepenting saat ini.
Meskipun “mungkin” untuk berusia 18, 19, atau 20 tahun dan putus kuliah untuk menjadi wirausahawan hebat, Bezos mengatakan para pemimpin teknologi ini merupakan pengecualian.
“Saya selalu menasihati anak muda, untuk bekerjalah di perusahaan yang menerapkan praktik terbaik, tempat Anda dapat mempelajari banyak hal mendasar. Seperti bagaimana cara merekrut dengan baik, cara wawancara, dan lain-lain,” kata Bezos dalam sebuah wawancara di Italian Tech Week.
Menurutnya, bekerja di perusahaan hebat akan membantu generasi Z menyusun pekerjaan, dan masih banyak waktu untuk memulai perusahaan mempelajari dan menyerap banyak hal.
“Bekerja di perusahaan, alih-alih langsung mencoba memulainya, akan meningkatkan peluang Anda untuk sukses,”
Bezos, yang kini menjadi orang terkaya kelima di dunia dengan kekayaan bersih US$234 miliar, mendirikan Amazon ketika dia berusia 30 tahun setelah sekitar satu dekade memiliki pengalaman kerja. Di sisi lain, Gates dan Zuckerberg baru berusia 19 tahun ketika mereka meluncurkan Microsoft dan Facebook.
Meski begitu, Zuckerberg kini menjadi adalah orang terkaya keempat di dunia dengan kekayaan bersih US$250 miliar, sementara Gates adalah orang terkaya ke-15 dengan kekayaan bersih US$121 miliar.
Namun, Bezos mengatakan bahwa pengalaman tambahan selama 10 tahun bekerja justru meningkatkan peluang keberhasilan Amazon, dan keberhasilannya pun terbukti. Saat ini, peritel daring tersebut memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$2,33 triliun.
Bezos sendiri tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi dia juga menyelesaikan kuliahnya. Dia lulus summa cum laude dan mendapatkan gelar sarjana teknik tertinggi dari Princeton University pada tahun 1986.
Dia juga terpilih menjadi anggota perkumpulan kehormatan Phi Beta Kappa dan Tau Beta Pi, dan juga menjabat sebagai presiden cabang Princeton dari Students for the Exploration and Development of Space.
Fokus akademis tersebut kemudian membuahkan hasil pada tahun 2000 dengan perusahaan teknologi kedirgantaraan milik Bezos, Blue Origin, yang dia gambarkan sebagai “pekerjaan terpenting” yang dilakukannya.
Blue Origin adalah perusahaan swasta, sehingga valuasinya tidak pernah diungkapkan, tetapi Bezos mengatakan dia yakin perusahaannya pada akhirnya akan bisa lebih besar dari Amazon
“Itu selalu menjadi nasihat saya. Saya menyelesaikan kuliah, dan saya menikmati kuliah. Saya pikir itu bermanfaat bagi saya,”
